Pemafaatan Gedung Escape Building

Banda Aceh (23/5/18), Badan Penaggulagan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh mengadakan rapat untuk seluruh Dinas dan Organisasi lain yang ada di Kota Banda Aceh, guna megambil peran dalam Kebencanaan yang ada di Kota Banda Aceh, pertemuan ini di selenggalarakn di gedung escape building  di Desa Alue Dayah Tengoh Meuraxa Kota Banda Aceh.

Dalam upaya kesiapsiaagan dalam menghadapi bencana diperlukan perhatian yang lebih serius pada aspek penanggulangan bencana yang mengutamakan upaya koordinasi lintas sektoral dengan Instansi terkait, TNI/POLRI maupun Relawan Kebencanaan, dalam upaya memimalisir dapak dari bencana seperti kerugian materil, korban jiwa serta kerusakan sarana dan prasarana umum lainnya.

Kegiatan Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana dalam  upaya pengurangan risiko bencana yang pelaksanaannya di gedung escape Building di Desa Alue Dayah Tengoh  Meuraxa Kota Banda Aceh,dapat diartikan sebagai upaya Koordinasi, evaluasi dan Kesiapsiagaan serta berinisiatif untuk melakukan tindakan pencegahan dan penguranga risiko bencana pada daerah yang sudah terpetakan baik Bencana banjir, Angin Puting Beliung, Gempa Bumi dll.

dalam kondisi yang ada pada saat ini masih menunjukan rendahnya tingkat koordinasi lintas sektoral dan Kesiapsiagaan para pelaku kebencanaan dalam upaya pengurangan risiko yang terhadap kemungkinan terjadinya bencana.

Kegiatan Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana dipimpin langsung Oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Banda Aceh didampingi para Pejabat kabit dan kasi di bpbd kota banda aceh acara rapat ini dihadiri 31 Orang Peserta terdiri dari TNI-POLRI, BASARNAS, dan Organisasi lainnya.

Hasil yang dicapai pada kegiatan Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana adalah sebagai berikut :

  1. Memberikan Wawasan dan Kesadarandan serta peran aktiv masyarakat tentang cara – cara pengurangan risiko bencana;
  2. Mengkoordinasikan seluruh pemegang saham dalam upaya Kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang mungkin terjadi di Wilayah Banda Aceh memungkinkan untuk mengetahui apa yang telah dilakukan dan terjadi;
  3. Melalkukan Mitigasi, Mengidentifikasi, menjajakan dan memisahkan bencana untuk mengetahui jenis-jenis bencana dan merevitalisasi kapasitas publik yang berhubungan dengan bencana;
  4. Strategi Disarter Reduction untuk membangun ketangguhan masyarakat dengan meningkatkan pemahaman tentang PRB sebagai komponen integral dari pembangunan yang berkepanjangan
  5. Menciptakan Bersama Bersama Berkarya Bangunan dalam ekonomi masyarakat